Di Tengah Pandemi, KKN 2020 STAI Darul Hikmah Bangkalan Hadir dengan Berbagai Ekonomi Kreatif

Di Tengah Pandemi, KKN 2020 STAI Darul Hikmah Bangkalan Hadir dengan Berbagai Ekonomi Kreatif

Bangkalan, 20 Oktober 2020

KKN 2020 STAI Darul Hikmah yang berada di Kecamatan Galis, terbagi menjadi lima Desa, yaitu Paterongan, Kajuanak, Bangpindah, Sadah, dan Sorpa. Keberadaan mereka di lima desa tersebut sudah 2 minggu dan sudah menjalankan program-program kerja yang menjadi rancangannya.

Sudah menjadi agenda dari akademik, bahwanya setiap kegiatan KKN akan dilakukan monitoring dan evaluasi oleh pimpinan STAI Darul Hikmah Bangkalan.

Monev KKN tahun ini langsung dipimpin oleh Ketua STAI Darul Hikmah beserta para Wakil Ketua, Para Ketua Prodi, Ketua LPM dan Ketua LP3M serta Ka.BAAK.

Kunjungan pertama, tepat jam 09.45 Rombongan datang di Desa Paterongan, “kami sangat bangga adanya teman teman KKN disini, dan bisa membantu kami dalam membangun desa kami” ungkap kades paterongan saat menemui rombongan.

Kedatangan rombongan di Desa ini, di suguhi dengan hasil olahan dari peserta KKN yang berupa Kripik Bayam dan Kripik Pepaya. “Kami mengolah kedua kripik tersebut, karena kedua keripik ini terbuat dari bahan bahan yang alami dan melimpah di Desa ini, selain disini juga terkenal dengan pandai besinya” tutur Taufiq Umar, ketua kelompok paterongan.

Rombongan akademik, selanjutnya menuju desa Kajuanak, di desa tersebut peserta KKN menghasilkan produk olahan yang berbahan kunyit dan di buat sinom. “Melihat potensi kunyit yang sangat melimpah, akhirnya kami mengembangkan minuman yang bernilai ekonomis berbahan dasar kunyit” ungkap Bety Safitri, peserta KKN Kajuanak.

“kami juga membantu pemasaran dari produk asli buatan masyarakat disini, yaitu teh gahuru agar dapat berkembang dan membantu perekonomian masyarakat Kajuanak” tambah Bety.

 

Sekitar jam 11.10 rombongan akademik melanjutkan perjalanan ke desa Bangpindah. Memasuki Desa Bangpibdah, rombongan disambut dengan peeubahan gapura desa tersebut. “Awal waktu mengantarkan peserta KKN, jembatan mash belum terawat, begitu sampai digeebang Bangpindah jembatan terlihat indah seperti berada di kawasan Jodipan Malang” tutur salah satu pimpinan yang ikut dalam rombongan.

Sebagaimana Desa lainnya, Di Bangpindah juga menghasilkan produk olahan yang berdasar bahan dari hasil pertanian masyarakat disana, yaitu kacang tanah, diantara Kacang Manohara, Manisan kacang gadis, dan lauk kacang gadis “Disamping itu pula, mereka membuat obat tetes herbal yang terbuat dari Bunga Kitolod (manfaat dan khasiatnya bisa di lihat di google), dimana bunga tersebut tumbuh banyak dan menjadi kebiasaan masyarakat Bangpindah untuk mengobati sakit mata, bahkan katarak. Namun setelah mahasiswa KKN datang, mereka mengolah dan menjadikan obat tetes herbal yang tentunya dapat bernilai ekonomis” sambut Khofifi, ketua kelompok Bangpindah.

Setelah shalat Dhuhur berjama’ah di Desa Bangpindah, rombongan berangkat ke Desa Sadah. Setelah sampai di Desa Sadah rombongan di suguhi dengan olahan kripik yang mereka buat dari kelapa muda. “Kripik ini kami buat dari Degan yang agak tua, dan diberi bumbu bumbu istimewa, sehingga menghasilkan produk ini” terang Anas Mahmudi, ketua Kelompok Sadah.

Desa selanjutnya yang menjadi tujuan rombongan akademik adalah Desa Sorpa. Di desa ini, para mahasiswa KKN membuat dan mengembangkan bunga rosella dan dijadikan sebagai minuman kesehatan. “Kami sudah mensosialisasikan ke masyarakat desa sorpa, bagaimana cara membuat dan menyajikan minuman teh ini, serta memberitahukan manfaat dan kandungan gizi yang terdapat pada bunga Rosella” tutur Angga, mahasiswa peserra desa Sorpa.

“Alhamdulillah, semua mahasiswa KKN yang kami sebar ke lima Desa, sudah dapat mempersembahkan sebagian dari program kerja mereka, selain dari produk olahan tersebut, di bidang pendidikan dan lain lain sudah separuh jalan, karena memang mereka masih 15 hari berada di tempat KKN” ungkap Pak Hol, ketua Program KKN 2020.

“selanjutnya semoga 15 kedepan ini semua program yang direncanakan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan membawa keberkahan serta memberikan kesan yang baik bagi desa yang ditempati KKN maupun bagi akademik STAI Darul Hikmah Bangkalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *