Kembangkan Ekonomi Desa, KKN STAI Darul Hikmah Tahun Akademik 2019/2020 Menghasilkan Berbagai Produk Olahan

STAI Darul HIkmah
Berbagai Produk Olahan

Bangkalan, 21 Januari 2020

Kegiatan Program KKN STAI Darul Hikmah Bangkalan Tahun Akademik 2019/2020 yang terselenggara sejak tanggal 06 Januari 2020 memasuki pertengahan kegiatan.

Para pimpinan STAI Darul Hikmah Bangkalan yang terdiri dari Ketua, PK 1, PK 3, LP3M, LPM, Para Ketua Prodi dan Panitia KKN melakukan monitoring dan evaluasi kepada kelompok Desa yang menjadi tempat KKN di Empat Desa Kecamatan Geger, yaitu Desa Togubang, Desa Kampak, Desa Kombangan, dan Desa Katol Barat.

Kelompok 4 Desa Togubang

Kelompok 4 Desa Togubang menjadi tempat pertama para pimpinan STAI Darul Hikmah Bangkalan meninjau langsung. Pada kesempatan tersebut kepala Desa Togubang juga menyambut kedatangan para pimpinan. Alhamdulillah, monitoring di Desa Togubang disambut dengan hasil olahan produk durian berupa pudot (puding sedot) yang dikelola oleh mahasiswa KKN. Durian yang berada di Desa ini menjadi komoditi para penduduk, sehingga Mahasiswa KKN memanfaatkannya untuk menjadi bahan ekonomis yang lebih nikmat berupa pudot.

Kelompok 3 Desa Kampak

Perjalanan monitoring selanjutnya menuju Desa Kampak. Di Desa ini Mahasiswa KKN juga menghasilkan hasil produk olahan berupa JAPAN (Jahe Pandan). Produk yang dihasilkan nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat agar nantinya dapat menambah perekonomian masyarakat. “Hasil dari olahan ini sengaja kami buat, yang nantinya akan kami sosialisasikan kepada masyarakat tentang cara pembuatan, manfaat, serta khasiat yang terkandung dalm olahan ini, sehingga masyarakat dapat menjadikan olahan tersebut sebagai salh satu perekonomiannya”, ungkap Alvin (ketua kelompok 3).

Kelompok 2 Desa Kombangan

Jam 11.15 tim monitoring KKN sampai di tempat ketiga yaitu Desa Kombengan. Di Desa ini mahasiswa KKN mengembangkan produk berupa bahan baku yang terbuat dari pepaya muda. Dari bahan baku tersebut tercipta produk PayPys (pepaya crispi) dan Manisan Kamu (Manisan Kates Muda). “Kami melihat banyak buah pepaya yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat, sehingga kami berinisiatif untuk membuat produk bahan olahan tersebut” ungkap Fahmi (koordinator perekonomin mahasiawa KKN Desa Togubang.

Kelompok 1 Desa Katol Barat

Setelah tim monitoring shalat Dhuhur di Desa Kombangan, tim selanjutnya menuju Desa terakhir, yaitu Desa Katol Barat. Bebeda dengan Desa lainnya, Desa Katol Barat lebih menitik beratkan kepada SDM masyarakat Katol Barat. “Kami disini masih disibukkan dengan kegiatan berupa SDM (Sumber Daya Manusia)nya. Pendidikan yang sangat kami perhatikan, Alhamdulillah semua program kami dalam meningktakan SDM berjalan sukses, diantaranya beberapa waktu lalu kami melaksanakan pelatihan terkait pengembangan IPTEK, dan besok ini kami bersam masyarakat sekitar 200 orang akan menyelenggarakan donor darah” terang Idris dan Sunan (koordinator kegiatan).

Tepat jam 13.30 rombongan tim meninggalkan Desa Katol Barat dan berpamitan kepada Skeretaris Desa Bapak Lukman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *